Lakukan Sidak, Kepala Bidang Pembinaan SD Tangsel Temukan Pemakaian Buku Panduan Di Luar Bosda

0
1245
Kasie Bina SD Tangsel, H. Yahya Sutaemi Saat melakukan sidak pemakain buku di luar buku panduan bosda.(@radartangsel.com)

RADARTANGSEL.COM, SERPONG – Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, H.Yahya Sutaemi,S.Pd.M.Si melakukan sidak ke beberapa sekolah terkait adanya laporan dari masyarakat mengenai pemakaian buku LKS di lingkungan sekolah.

“ Kita mendapat informasi masyarakat, terkait ada beberapa sekolah di daerah kita ini mengadakan buku di luar kebijakan kita. Padahal kita sudah siapkan buku dari dana bosda,” ujarnya saat di temui di wilayah Sd Negri Ciater 2, Senin (14/8.2017)

Salah satu temuan buku yang di bawa oleh siswa sdn ciater 2, serpong.(@radartangsel.com)

Informasi yang di dapat dari masyarakat tersebut memang sudah di dengar oleh Kepala Bidang Pembinaan SD sejak beberapa minggu lalu. Alhasil, saat melakukan sidak di SDN Ciater 2, mereka pun menemukan siswa yang masih membawa buku lks.

“Ya kita temukan beberpa sekolah walauun itu inisiatif dari orang tua murid. Hanya kita sayangkan ke kepala sekolah. padahal sudah kita sosialisasikan tgl 17, 18 ,19 Juli 2016 lalu, itu untuk  pebinaan ke seluruh guru-guru, kepala sekolah negri,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Negri Ciater 2, Agus Mulyana membenarkan jika sekolahnya di lakukan sidak dan kedapatan ada siswa yang masih membawa buku di luar buku panduan dari bosda.

Agus Mulyana, Kepala Sekolah SDN Ciater 2, Serpong.(@radartangsel.com)

Menurut Agus, pihak sekolahnya sering mendapat tawaran penjualan buku lks, namun tidak pernah di layani. “kami tidak pernah menjual lks. Dari bulan puasa banyak penawaran kami tidak melayani,” katanya saat di temui di ruang guru SDN Ciater 2.

Adapun siswa yang membeli dan membawa buku lks, menurut Agus sudah tidak menjadi tanggung jawab sekolah. Pembelian buku lks di lakukan oleh orang tua murid yang masih menginginkan buku pembelajaran.

“Karena ada permintaan org tua murid jadi mereka beli di luar. Dan materinya ada korelasinya, antara satu materi dengan yang di lks masih ada kaitannya. Itu kan buat belajar di rumah,” ungkap Agus.

Buku Panduan dari Bosda.(@radartangsel.com)

Meski demikian, Menurut Yahya, apa yang terjadi di SD Negri Ciater 2 itu tetap meyalahi prosedur yang sudah di terapkan oleh pihak KemenDikBud. “itu sudah nyata kemdibud sudah melarang. Kalau kebutuhan belajar di rumah tidak apa-apa.Tapi saya lihat ada yang di bawa beberapa ke sekolah, ini barangkali kesalahan,” terangnya.

Lanjut Yahya, dirinya tidak melarang jika ada dari orang tua untuk membeli dan melengkapi untuk kebutuhan anak belajar di rumah. “Kalau pun orangtua membeli lks silahakan melengkapi mereka (siswa), tapi buku-buku yang dari bosda harus jadi rujukan utama,” ucapnya.

Dalam hal ini, Apa yang di lakukan oleh pihak Kepala Bidang Pembinaan SD Tangsel memang sudah sepatutnya. Hal tersebut di lakukan semata-mata untuk melaksanakan kebijakan dari Walikota.

“Intinya kita mengawal kebijakan walikota, bahwa memang sd itu harus di lengakapi pembelajarannya dari apbd dan itu sudah di laksanakan,” ungkapnya.

Mengenai sekolah yang kedapatan siswanya membawa buku selain buku panduan dari bosda. Pihak Kasie Bina SD akan memberikan sanksi teguran kepada sekolah yang masih kedapatan siswanya membawa buku selain buku panduan dari BOSDA.

“teguran ? Oh ya pasti, paling tidak tertulis temuan kita. Selanjutnya akan ada pembinaan dari kita,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here