Viral, Ini Curahan Hati Angeline Minta Keadilan Untuk Ayahnya Yang Di Penjara

0
127
Video Instagram Angeline meminta keadilan/foto :@netizenvoiceofindonesia

RADARTANGSEL.COM, JAKARTA – Baru- baru ini sebuah akun instagram bernama netizenvoiceofindonesia mengunggah suara hati anak perempuan berusia 12 tahun bernama Angelina. Video berdurasi 60 detik yang diunggah tersebut sudah  dibaca 747 kali.

Sosok bocah perempuan berkacamata itu  terpaksa melakukan hal tersebut atas dasar kerinduan pada ayahnya, Iwan Cendekia Liman yang tengah menjalani masa tahanan di Rutan Salemba sejak Mei 2017.

“Nama saya Angeline dan usia saya 12 tahun. Saya putri dari  Iwan Liman. Saya sudah tidak bertemu papa saya selama setahun. Saya sangat kangen papa dan kita perlu keadilan. Saya tahu papa saya tidak bersalah,” seperti yang di kutip dari laman instagram tersebut.

Didampingi oleh ibunya, Siau Ing dan Bryan adiknya, Angeline mengaku sangat  sedih karena tidak boleh bertemu papanya, mengingat usianya masih bocah.

“Papi saya enggak salah, kenapa kok ditahan? Ini tidak sesuai dengan sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang saya pelajari di sekolah,” ujar  Angeline dengan suara lantang. “Saya yakin, Papi saya enggak bersalah, ” kata Angeline sekali lagi, saat ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (12/5).

Kejadian yang menimpa ayahnya tersebut sangat berdampak pada keseharian Angeline maupun bryan sang adik. Jauh hari sebelum video tersebut diunggah, Angeline maupun  adiknya Bryan selalu mendapatkan hujatan teman-temannya di sekolah.

“Di sekolah banyak teman yang nanyain tentang papa. Saya jawab di Singapura, tapi ada teman yang cerita bahwa Papa saya di penjara,” cerita angeline.

Namun, Keyakinan akan tidak bersalahnya sang ayah membuat Angeline enggan menanggapi reaksi teman-temannya seputar kasus yang menimpa ayahnya. “Sekarang, kalau masih ada teman yang bicara tentang papa. Saya biarin aja,” katanya.

“Saya sedih, apalagi Mama saya. Saban hari dia menangis. Kalau ditanya kenapa menangis, dia bilang sakit kepala, kalau enggak sakit perut,” ungkapnya.

Ibu Melia ( tengah) dan Siau Ing (istri Iwan) meminta keadilan untuk Iwan Cendikia/foto : radartangsel

Tidak Ingin Anak Tahu Kasus Ayahnya

Di sisi lain, Hal yang menimpa suami dari Siau Ing (istri iwan cendikia) tidak ingin di ketahui oleh kedua anaknya tersebut. Dirinya mengaku sempat  berbohong kepada Angeline dan Bryan tentang kejadian yang tengah menimpa  suaminya.

“Semula saya rahasiakan dari mereka dengan mengatakan bahwa papanya sedang kerja di Singapura. Namun berbohong kepada anak-anak tidak ada gunanya.

Apalagi kasus tersebut selalu ramai diperbincangkan  di banyak media Surabaya. Bahkan kedua anak saya mengetahui  kalau papanya sudah di penjara, justru dari teman-temannya lewat hujatan di sekolahnya, ‘Papamu di penjara ya’,” ujar Siau Ing.

Menurut Siau Ing, teman-teman anaknya mendapat kabar tersebut  dari orang tua masing-masing, bahkan ada orang tua yang melarang anaknya berteman dengan Angeline karena papanya di penjara.

“Aneka hujatan mendera anak saya selama beberapa bulan. Sejurus dengan waktu, surut karena mereka sudah capek sendiri karena anak saya tidak lagi menanggapi,” ujar Siau Ing yang menambahkan bahwa  Iwan Liman sehari-hari bekerja sebagai konsultan keuangan, selain usaha jual beli properti.

Sementara tentang kasus yang menimpa Iwan, secara singkat Siau Ing mengatakan bahwa sosok pelapor yang bernama Rezky Herbiyono merupakan sahabat Iwan Liman sejak lama.

“Dia sering bertandang ke rumah, bahkan kedua anak saya menyebutnya uncle,” ujar wanita yang sudah membentuk rumah tangga bersama Iwan sejak tahun 2002 ini.

Menyangkut persoalan hukum yang membelit suaminya, Siau Ing menceritakan secara singkat.

“Intinya, si pelapor punya utang ke Iwan. Jadi Iwan suami saya dikurung supaya Iwan enggak bisa menagih utang tadi. “Kepada majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat,  pelapor sudah mengaku punya utang kepada Iwan yang nilainya di atas Rp10 Miliar,” ujar Siau Ing.

Dari pengakuan Rezky di persidangan, meyakinkan Siau Ing  bahwa sebetulnya Iwan tidak bersalah dan  didukung oleh bukti-bukti yang sah. “Tetapi  kok malah Iwan yang dikurung.  Ini ada apa?” jerit Siau Ing mempertanyakan

Siau Ing bertekad akan terus berusaha mencari keadilan yang hakiki. “Kalau memang enggak salah, jangan seperti ini. Iwan adalah suami dan ayah yang baik, sekaligus tulang punggung keluarga yang sudah satu tahun tidak bekerja,” jerit Siau Ing sambil mengusap kelopak matanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here