Alami KDRT, Pedangdut Echa Paramitha Laporkan Walikota Blitar Ke Polisi

0
1242
Foto : internet

RADARTANGSEL.COM, JAKARTA – Kabar tak sedap datang dari penyanyi dangdut Echa Paramitha. Mantan sinden Opera Van Java (OVJ) itu di kabarkan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ) oleh suaminya sendiri, M. Samanhudi Anwar yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Blitar.

Saat coba di konfirmasi, Kabar  KDRT tersebut pun di benarkan oleh Echa melalui manajernya. “ Benar, kalau penyanyi Echa Paramitha telah mengalami KDRT sekitar 3 minggu lalu oleh suaminya sendiri,” ucap sang manajer menirukan omongan echa, saat di temui wartawan di kawasan TMII, Minggu (18/2/2018).

Menurut pemberitaan media online, Kabar kdrt yang di alami oleh Echa itu berlangsung di tempat terbuka atau tepatnya tak jauh dari lokasi lapangan futsal. Diduga ada faktor kecemburuan, hingga terlapor tega melakukan kdrt terhadap istri cantiknya itu.

foto Samanhudi dan Echa Paramitha saat melangsungkan pernikahan/foto : ist

Kecemburuan Echa di sinyalir karena adanya orang ketiga yang hadir dalam kehidupan rumah tangganya. Parahnya lagi, pada saat terjadi kdrt,  wanita  yg mempunyai nama Dyah Novi Astutik (di duga orang ke tiga) yg masih kuliah di Institut Seni Indonesia Yogyakarta angkatan 2015 menyaksikan kdrt tersebut.

Usai kejadian, Echa langsung melaporkan kejadian tersebut ke polresta blitar.  “ Si echa langsung bikin laporan ke polresta blitar, klo gak salah tanggal 25 januari 2018 dan sekarang sudah di ambil alih oleh Polda Jatim pertanggal 6 februari 2018,” papar sang manajer.

Pemindahan kasus kdrt yang di alami oleh Echa dari Polresta Blitar ke Polda Jatim di benarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera. Ia membenarkan bila laporan kekerasan dalam rumah tangga itu kini telah ditarik ke Polda Jatim.

“Akhirnya secara resmi laporan polisi yang ada di kabupaten itu kita tarik. Kapolresnya melimpahkan ke Polda Jatim,” ungkapnya pada Selasa (6/2) lalu, seperti yang di kutip dari media online memorandum.id

Dijelaskan dalam menanganai perkara ini pihaknya akan senantiasa mengedepankan equality before the law atau asas persamaan di hadapan hukum. “Ini berlaku pada siapa saja, tidak hanya berlaku pada pegawai swasta atau pegawai negeri, namun berlaku bagi seluruh warga Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bila Polda Jatim akan berlaku proporsional dan juga profesional. “Polda Jatim menempatkan perkara ini se-equal mungkin,” tambahnya.

Karena itu, langkah yang diambil Polda Jatim setelah pelapor membuat laporan KDRT, Polda Jatim melakukan gerak cepat dengan melakukan pemeriksaan di dua rumah sakit di Blitar, yakni RS Bhayangkara dan satu lagi rumah sakit umum yang melakukan visum et repertum pada korban.

“Keterangan dalam visum itu menguatkan kita, sehingga tanggal 6  (kemarin, red) akhirnya secara resmi laporan polisi yang ada di kabupaten kita tarik,” tambahnya.

Barung juga menambahkan bila hingga saat ini pihaknya juga telah mengantongi bukti-bukti awal atas dugaan KDRT itu. “Kita lakukan keterbukaan informasi, karena kita ketahui semua sudah ramai di media ,” jelasnya.

Untuk pelapor, Barung menyampaikan kalau sebelumnya telah dimintai keterangan sebagai korban. Sedangkan terkait pemeriksaan terlapor yang juga Wali Kota Blitar aktif itu, pihaknya akan menjalankan sesuai prosedur. “Karena yang bersangkutan merupakan kepala daerah, kita laksanakan prosedur,” pungkas Barung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here