Salah Sasaran, Pembunuh Nenek Elih Asah Golok Sebelum Eksekusi

0
476

RADARTANGSEL.COM, SERPONG – Setelah tertangkapnya enam orang pembunuh nenek Elih (73) beberapa waktu yang lalu. Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tangsel menemukan fakta baru saat lakukan rekontruksi.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander di lokasi gelar perkara, Rabu (30/8/2017). “Pada rekontrusi di titik pertama, di SPBU, kami dapat fakta baru, tersangka ternyata sudah mengasah goloknya yang di pakai untuk membunuh korban,” katanya.

Menurutnya, gelar perkara direncanakan akan ada 29 adegan, namun tidak menutup kemungkinan bahwa akan bertambah seiring dengan fakta-fakta baru di lapangan.

“Ada tiga buah golok yang digunakan para tersangka. Motifnya karena kesal pacar temannya diganggu yang diduga oleh orang yang berasal dari ormas,” jelasnya.

Namun, usai melakukan pembantaian tersebut, para pelaku pembunuhan sadar bahwa mereka telah salah sasaran. “Mereka rupanya membaca berita juga, mereka baru sadar salah sasaran karena yang mereka aniaya bukan anggota ormas, tetapi seorang nenek renta,” ujarnya.

Lokasi gelar perkara pun di penuhi oleh warga sekitar yang ingin melihat adegan rekonstruksi di TKP tempat tewasnya nenek Elih. Saat kedatangan para tersangka, warga yang sejak pagi menunggu adegan  rekonstruksi langsung meneriaki dan memaki dari bagian luar garis kuning polisi.

Adapula yang menyoraki, namun hal tersebut langsung dihentikan oleh petugas dan menghimbau untuk tidak adanya provokasi di lokasi kejadian.

Ada empat buah motor yang digunakan oleh tersangka ke lokasi. Pelaku berjumlah delapan orang, dimana dua diantaranya masih DPO. Para tersangka juga membawa golok dan celurit.

Enam orang tersangka yang melakukan rekontuksi adegan adalah MBM (16), ditangkap di daerah Pondok Aren, FSL alias KMG (21) ditangkap di daerah Kembangan, Jakarta Barat, M.PRN alias MDR (39) ditangkap di daerah Depok.

Kemudian RTO alias UBY (26) ditangkap di daerah Kembangan Jakarta Barat, SMT RYD alias MM (39) ditangkap di daerah Sawangan Depok, dan BCRI alias BR (18) ditangkap di daerah Ciledug.

Tersangka akan dikenakan pasal 340 Subs 338 Subs 170 ayat 2 ke 3 subs 351 ayat 3 subs 358 Jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau 10 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here